Informasi tentang Program

 

Apa Itu PPAN?

Pertukaran Pemuda Antar Negara atau yang kerap disebut PPAN merupakan salah satu program Pemerintah dalam mengembangkan generasi muda Indonesia untuk memperluas pengetahuan dan wawasan, sekaligus mempersiapkannya menghadapi tantangan global di masa mendatang. Program ini dilaksanakan pemerintah melalui Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga dengan mengirimkan duta muda terbaik Indonesia di berbagai program pertukaran.

Skema pendanaan berbagai program pertukaran tersebut ditangani oleh Pemerintah Indonesia bersama dengan pemerintah negara-negara sahabat dan juga organisasi lain yang menjadi mitra program yang bersangkutan.

Di tingkat provinsi Jawa Timur, pengelolaan administrasi program pertukaran tersebut secara resmi ditangani oleh Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Jawa Timur (Dispora) bekerja sama dengan mitra utamanya Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) sebagai organisasi perhimpunan alumni program pertukaran.

Negara Tujuan

Terdapat beberapa negara tujuan (program pertukaran) yang ditawarkan. Secara umum, program dapat dikelompokkan dalam tiga kategori sebagai berikut:

Kanada; dalam Program Pertukaran Indonesia Kanada (PPIK). Program berlangsung selama kurang lebih 6 (enam) bulan, dengan skema 3 (tiga) bulan pelaksanaan program di Kanada dan sisanya di kawasan rural Indonesia. Secara umum, kegiatan selama program berfokus pada bidang pemberdayaan masyarakat (community-development) sekaligus pengembangan potensi generasi muda itu sendiri read more.

Australia; dalam Program Pertukaran Indonesia Australia (PPIA). Hampir serupa dengan PPIK, program ini berlangsung selama kurang lebih 5 (lima) bulan, dengan skema 2.5 (dua setengah) bulan pelaksanaan program di Australia dan sisanya di kawasan rural Indonesia. Kegiatan selama program berfokus pada pengembangan profesionalisme (diterapkan melalui kerja magang) & pemberdayaan masyarakat, serta pertukaran budaya dengan metode people to people contact read more.

Negara-negara ASEAN dan Jepang; dalam Program Kapal Pemuda Asia Tenggara. Lebih dikenal dengan nama Ship for South-East Asia Youth Program (SSEAYP), program ini bertujuan untuk mempererat tali persahabatan serta pemahaman antarbudaya yang kuat antara pemuda Asia Tenggara (negara-negara ASEAN) dengan pemuda Jepang, sebagai negara mitra. Program belangsung selama kurang lebih 40 (empat puluh) hari dengan mengunjungi beberapa negara anggota ASEAN dan Jepang. Kegiatan berlangsung selama kapal berlayar (onboard) juga kegiatan di darat saat kapal berlabuh read more.

Kesempatan Emas

Sebagai duta muda bangsa ini, peserta akan mendapatkan kesempatan emas dalam mengembangkan dirinya sekaligus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Indonesia juga kepada masyarakat di negara tujuan. Kegiatan ini juga merupakan prospek cerah untuk mengenalkan potensi bangsa dan khususnya provinsi Jawa Timur atas sektor wisata, industri juga sektor lainnya kepada masyarakat internasional.

Peserta program berkesempatan untuk dapat mempelajari banyak hal tentang negara tujuan serta memperkuat pemahaman antarbudaya (intercultural understanding) yang diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap perdamaian. Tak lepas dari itu, program pertukaran akan memberikan kesempatan untuk mengembangkan diri menjadi generasi muda yang lebih tangguh dalam menghadapi tantangan di masa mendatang.

Melalui paparan internasional dan pengalaman dalam berinteraksi dengan berbagai situasi dan karakter manusia, peserta diharapkan akan mampu untuk bersikap lebih arif dengan menghindari arogansi dan salah penilaian (misjudgement) serta tetap berpegang teguh pada akar budaya asalnya. Melalui keikutsertaan program pertukaran, peserta juga diharapkan mampu untuk memiliki pemikiran yang lebih matang, terbuka dan jernih dalam memandang berbagai hal.

Salah satu hal paling menarik dari program pertukaran adalah kesempatan untuk memperluas persahabatan dengan pemuda dari berbagai belahan dunia. Jejaring internasional yang kuat akan sangat membantu pengembangan diri dan karir di masa mendatang. Program pertukaran akan menjadikan peserta sebagai warga dunia (citizens of the world) yang berkontribusi pada masyarakat dengan kekuatan yang dimilikinya di mana pun mereka berada.