ASEAN-Jepang

Program Kapal Pemuda Asia Tenggara atau yang lebih dikenal sebagai Ship for South-East Asia Youth Program (SSEAYP) merupakan program pertukaran pemuda yang pertama kali dirintis oleh negara-negara anggota ASEAN dengan Jepang di tahun 1974. Seiring berkembangnya keanggotaan ASEAN, maka di tahun 1997 keseluruhan negara anggota ASEAN telah bergabung di program ini. Program ini dikelola oleh negara-negara peserta program dan Jepang sebagai sponsor utama. Di Indonesia, program ini dilaksanakan di bawah kordinasi Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga.

Secara umum, program ini bertujuan untuk memperkuat jejaring (network) dan pemahaman antarbudaya yang saling menguntungkan (mutual understanding) di antara pemuda Asia Tenggara dan Jepang. Di samping itu, SSEAYP itu sendiri juga dimaksudkan untuk meningkatkan motivasi pemuda serta memajukan kerjasama internasional melalui pelaksanaan berbagai kegiatan selama program.

Kegiatan Program
Secara umum, kegiatan dalam program ini dikelompokkan menjadi 2 komponen utama; yaitu kegiatan di atas kapal (selama kapal Nippon Maru berlayar; lebih dikenal sebagai “On Board Activities“) dan kegiatan di darat (saat kapal berlabuh) yang lebih dikenal dengan “Country Program

On Board Activities
Program ini memiliki serangkaian kegiatan yang dilaksanakan saat kapal sedang berlayar, antara lain:

Diskusi: peserta akan dibagi dalam beberapa kelompok sesuai tema diskusi yang paling diminiati. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta mampu menambah pengetahuan dengan saling berbagi informasi bersama peserta dari negara-negara lain.

Solidarity Group Activities: Alih-alih harus berkumpul dengan sesama teman dari negara yang sama, peserta akan dikelompokkan dalam sebuah tim (disebut Solidarity Group, atau lebih dikenal sebagai SG) yang beranggotakan peserta program dari negara-negara yang berbeda. Mereka akan berbaur serta berinteraksi sambil melaksanakan serangkaian kegiatan selama kapal berlayar. Melalui kegiatan kelompok semacam ini peserta diharapkan dapat memperoleh wawasan serta pemahaman antarbudaya yang lebih kuat.

Club Activities: Dalam kegiatan ini, perwakilan dari masing-masing negara peserta diberikan kesempatan untuk dapat saling berbagi pengetahuan kebudayaan (cultural knowledge) mereka dengan mengajarkan dan mempertunjukkan kepada peserta dari negara-negara lain. Melalui kegiatan ini pandangan peserta diharapkan dapat menjadi lebih luas dengan mengetahui berbagai bentuk aktualisasi kebudayaan bangsa-bangsa lain yang selama ini mungkin belum banyak terpaparkan.

Pertunjukan dan Pameran Kebudayaan (Cultural Performance and Exhibition): Pada kegiatan ini setiap negara peserta program akan diberikan kesempatan untuk dapat menampilkan seluruh kekayaan khazanah kebudayaannya. Pertunjukan dilaksanakan di hall terbesar yang dirancang khusus untuk penampilan panggung (stage performance) di atas kapal Nippon Maru. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan favorit yang mendapatkan banyak perhatian dan sorotan. Meski peserta program bukan lah penampil profesional, namun tak berarti penampilan mereka hanyalah sekedar “apa adanya”. Latihan keras sebelum keberangkatan program di negara masing-masing akan menggembleng peserta untuk dapat memberikan penampilan terbaik bagi negaranya sekaligus kepada seluruh negara peserta program.

Country Program
Country Program dilaksanakan pada saat kapal berlabuh di negara-negara yang disinggahi. Kegiatan dalam “Country Program” bentuknya cukup beragam, bergantung pada pengaturan (arrangement) oleh panitia lokal di negara yang disinggahi. Secara tipikal, sebuah Country Program akan mengambil bentuk-bentuk kegiatan antara lain sebagai berikut:

Welcome Ceremony: Merupakan upacara penyambutan resmi saat kapal berlabuh dan seluruh peserta akan disambut oleh panitia lokal untuk selanjutnya menjalankan serangkaian aktivitas dalam Country Program.

Courtesy Calls: Merupakan kunjungan resmi ke berbagai institusi pemerintah. Umumnya peserta program ini akan berkunjung dan disambut secara resmi oleh kepala negara yang bersangkutan.

Institutional Visits: Dalam kegiatan ini peserta program akan dibagi ke dalam beberapa kelompok, di mana masing-masing kelompok akan berkunjung ke berbagai institusi pemerintah maupun swasta serta beberapa tempat menarik lainnya (misalnya: studio televisi atau institusi media, universitas setempat serta sejumlah obyek wisata).

Interaction with Local Youth: Dalam kegiatan ini peserta akan berinteraksi dengan pemuda setempat di negara yang disinggahi dalam berbagai bentuk kegiatan, antara lain forum diskusi serta berbagai keterlibatan dalam kegiatan kepemudaan setempat lainnya.

Homestay: Dalam kegiatan ini peserta akan tinggal bersama keluarga lokal di negara yang disinggahi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan pada peserta program untuk dapat merasakan kehidupan sebagaimana layaknya masyarakat setempat. Peserta akan diposisikan sebagai anggota keluarga di mana mereka akan ikut serta melaksanakan ritual harian sekaligus menjalankan berbagai kebiasaan setempat. Diharapkan melalui kegiatan ini peserta mampu mengembangkan kemampuan berinteraksi sosial lintas budaya yang lebih kuat sekaligus menanamkan nilai-nilai persahabatan dan perdamaian.

Farewell dan Send-Off Ceremony: Sebagai penutup kegiatan Country Program, peserta akan dilepas dalam sebuah upacara perpisahan sekaligus pelepasan untuk kembali berlanjut berlayar.

Comments are closed