riski

 

Selamat malam Pemuda Jawa Timur !
Kali ini Online Sharing Session menghadirkan Kak Riski Riski sebagai alumni Pertukaran Pemuda Indonesia-China 2011.

Selamat malam Kak Riski, sebelum kita mulai sharing session kali ini, bagaimana jika Kak Riski memperkenalkan diri terlebih dahulu?

Hai PCMI Jatim dan pemuda BERANI Jawa Timur. Perkenalkan saya Riski Alumi pertukaran pemuda indonesia china 2011

Sharing kita kali ini akan terbagi menjadi 3 sesi Kak, Untuk Sesi pertama mengenai persiapan Kak Riski  sebelum proses seleksi. Boleh Kak Riski  ceritakan awal mula kakak mengenal program PPAN ini?

Saya kenal program ini pada tahun 2010 dengan tdk sengaja membaca pamflet yg ditempel di kampus saya.

Saat pertama kali membaca pamflet tersebut apa yang mendorong Kak Riski untuk kemudian akhirnya memutuskan untuk mendaftar PPAN ?

Awal mula saya kenal ini dengan tidak sengaja membaca pamflet yang ditempel dikampus saya tahun 2010. Saya ingin mewujudkan mimpi saya sejak kecil yaitu naik pesawat

wah, berangkat dari sebuah mimpi sederhana, akhirnya Kak Riski bisa menjadi duta bangsa yang luar biasa ya

Kemudian, saat menelaah persyaratan dan proses seleksi yang harus dihadapi.. adakah kendala yang Kak Riski hadapai saat mempersiapkan berkas pendaftaran nya? Mungkin bisa dibagi cerita mengenai perjuangan Kak Riski dalam mempersiapkan berkas PPAN

Ya dari hal sederhana itu akhirnya saya semakin berani menantang diri saya sendiri.
Saya mendaftar tahun 2010. Dengan kemampuan yang sangat terbatas akhirnya saya mendaftar tetapi karena persiapan yg kurang akhirnya langkah saya terhenti di tahap wawancara.

Kak Riski sempat kurang beruntung pada kali pertama mencoba seleksi wawancara
namun kemudian bagaimana cerita selanjutnya hingga kakak bisa lolos ?

Namun dari tahun 2010 itu saya dpat banyak hal. Ketika seleksi tulis dan wawancara.
Di tahun 2011 saya belajar dr kegagalan thun 2010.
1. Saya pelajari semua hal ttg program ini. Mulai dari karakreristik program hingga profil alumninya. Karena dengan seperti itu saya akan merasa semakin dekat dengan program
2. Memberanikan diri upgrade diri dengan mengikuti beberapa pelatihan bahasa dan seni. Bahkan saya ikutan sanggar loh bareng murid2 saya hehhee
3. Mengenali diri sendiri sehingga bisa menjadi berbeda atas karakter saya sendiri
4. Selebihnya tawakal saja

Secara teknis menurur saya yg paling berat adalah seleksi berkas. Karena bagaimana cara saya meyakinkan juri lewat kertas kertas persyaratan.
Jadi saran saya buatlah semua aplikasi pendaftaran yg dpt impress juri saat menilai.

 Wah, Luar biasa tips dari Kak Riski.
sungguh sangat bermanfaat bagi pemuda Jatim lainnya yang sedang mempersiapkan berkas nih kak 

Disadari dari ratusan aplikan yg dinilai kalau kita tidak bisa memikat juri dengan aplikasi kita ya..kita akan sama saja dengsn aplikan lain. Karena penilaian dimulai dari situ.
Hal ysng juga tantangan adalah saat wawancara. Hehhe

Menurut Kak Riski apa tips mantab untuk mempersiapkan wawancara ya? (proses seleksi lain juga setelah proses berkas)

pasti pemuda Jatim pingin nyatet nih

Saat wawancara bagaimana usaha saya menonjolkan karakter saya di hadapan juri selama 5 menit. Karakter yang benar benar saya dan tidak mencoba menjadi orang lain.

Sungguh tantangan yang luar biasa ya, dalam waktu yang singkat harus menunjukkan sisi terbaik dari diri kita tanpa menjadi orang lain 

Saya pribadi menjadi seorang sederhana saja min. Saya satu satunya guru SD yang sampai tahap itu. Jadi saya mencoba menjadi seorang guru yang ramah saja tidak berusaha show off.

Sekarang kita masuk ke Sesi kedua ya Kak . Sesi kedua mengenai persiapan pasca ditetapkannya Kak Riski sebagai kandidat program.
Bagaimana perasaan Kak riski saat dinyatakan sebagai kandidat program IChiYEP 2011 ?

Dengan senang hati . Saya nangis min hehehe…
Saya sama sekali tidak menyangka saya yang terpilih karena teman2 karantina saya sungguh hebat hebat..

 Kak Riski bisa dijelaskan mengenai program pertukaran pemuda Indonesa-China ini? Gambaran mengenai kegiatan program

Oke min. Jadi Program ini adalah program yang pertama kali dihelat tahun 2011. Termasuk program pendek kurang lebih 2 minggu. Karena kita pelopor di tahun saya maka kita lebih kepada diplomasi kenegaraan dengan bapak bapak Kemenpora kami membahas MoU kerjasama kepemudaan. Selebihnya kita dikenalkan dengan enterpreunership negara tersebut dengan terjun langsung ke perusahaan perusahaan besar disana untuk observasi dan diskusi.

Sebagai batch pertama program Indonesia-China, saat itu apa saja yang Kak Riski persiapkan sebelum keberangkatan program? Pasca Karantina, apa saja yang Kakak persiapan?

1. Kesiapan mental: dengan sharing dengan para alumni
2. Kebudayaan. Dilatih sama kakak2 PCMI Jatim
3. Berkas dan dokumen lain
Dan saya sangat terbantu sekali dengan kakak kakak PCMI Jatim yang sangat membantu sekali

Jadi yang harus dipersiapkan juga banyak ya Kak Riski, berapa lama kak Riski mempersiapkan semua hal tersebut?

Cukup lama min dari terpilih sampai berangkat tapi tentunya waktunya sangat fleksible…

Baiklah Kak, semoga informasi seperti ini sangat bermanfaat bagi kandidat yang nantinya sudah mulai mikir soal persiapan akan keberangkatan dll .. ya meskipun seleksinya belum,namun semangat sampai memikirkan persiapan juga boleh kan . Saat Kak Riski tiba di China, apa yang kakak rasakan? Bagaimana rasanya saat mimpi kakak akhirnya terwujud?

Campur2 min…
Yang pasti bahagia sekali..
Dan semakin membuktikan kepada diri saya sendiri bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar untuk diraih

 “Tidak Ada Mimpi yang Terlalu Besar Untuk Diraih”
luar biasa Kak Riski 

Selain senang dan campur-campur, adakah masalah atau kendala yang Kak Riski hadapi selama program di sana?

Ada min.
1. Musim waktu itu musim dingin disana jadi kita perlu adaptasi fisik juga biar tidak sakit
2. Bahasa min, disana sangat menjunjung bahasa sndiri bahkan di hotel vvip pun kita
kesulitan komunikasi dengan petugasnya akhirnya pakai bahasa tubuh hehehe
3.makanan min, hehehe
Intinya beberapa culture shock min;)
Dan karena ini program pendek jadi jadwal lumayan padat merayap

Lalu, bagaimana Kak Riski menghadapi semua kendala tersebut? Bisa dong bagi tips bagi yang minat pada program Indonesa-China ini

Alhamdulilah karena kita kerja secara kontingen bukan individu shg kita saling kerja sama dan saling mengcover kendala satu sama lain.
Jadi kalian ndak perlu khawatir ada teman teman kontingen yang akan menjadi keluarga kedua kalian juga

Luar biasa ya Kak Riski , mendapat pengalaman luar biasa, mimpi yang terwujud, dan juga keluarga baru !

 Sekarang kita masuk ke Sesi yang terakhir ya Kak, yaitu mengenai kegiatan pasca program.
Ketika Kak Riski kembali menginjakkan kaki di tanah air, adakah perbedaan yang kakak rasakan?

Sangaaat min. Saya benar benar beruntung terpilih program ini karena dampak terbesar dari program justru setelah program usai. Saya semakin cinta dengan bangsa saya min. Benar ada yg bilang kalau kamu ingin melihat keutuhan sebuah kotak seyogyanya kita keluar kotak itu. Setelah keluar kotak benar benar akan bisa melihatnya utuh.
Secara pribadi saya semakin percaya diri untuk menuliskan mimpi mimpi besar saya. Dan beberapa juga sudah terwujud.

 Super ya Kak! Adakah nilai-nilai baru yang kakak pelajari selama program yang menjadikan kakak merasakan perubahan tersebut?

Ada min..
Yang sudah saya sebutkan di atas. Dan satu lagi yaitu nilai kegigihan.. bagaimana orang orang disana sangat totalitas dalam berwirausaha.

wah, tidak terasa ya Kak, kita sudah tiba di penghujung sesi online sharing ini. Sebagai pertanyaan penutup, apakah yang Kak Riski harapkan pada pemuda (in gerenal, dan peserta PPAN khususnya) ?

Untuk pemuda Indonesia sudah waktunya bergerak bukan sekedar memenuhi mimpi kita sendiri tetapi jadilah jembatan untuk mewujudkan mimpi-mimpi anak cucu kita terhadap bangsa kita ini.

Untuk calon peserta PPAN,
Jangan sibuk mencari alasan untuk tidak berpartisipasi tapi carilah alasan kenapa kalian harus berpartisipasi.
Goodluck adek adekku di Jatim.

Sharing Session yang sangat inspiratif ya Kak, semoga Kak Riski selalu menginspirasi pemuda diseluruh Indonesia
Terimakasih untuk waktu yang Kakak luangkan untuk sharing session ini.

Dengan ini admin tutup Sharing Session with Alumni  semoga bermanfaat. Sampai jumpa pada Online Sharing Session lainnya 

mellisa

 

Online Sharing Session yang ketiga dilaksanakan pada Hari Minggu, 1 Maret 2015 dengan narasumber Mellisa Ulfa Rachma Andayani dan Ama Tary Alumni Program Pertukaran Pemuda Australia-Indonesia.

Baik kak, boleh sedikit cerita tentang awal kakak mengetahui seleksi PPAN pada tahun itu? Darimana dan mengapa kakak tertarik untuk ikut?

Ama Tary : PPAN saya dapatkan informasinya dari kampus sekitar tahun 2004 waktu itu. Saya tertarik karena saya suka segala aktivitas yang berkaitan dengan dunia internasional meskipun latar belakang pendidikan saya psikologi. Krn sejak sma saya sdh ikut program pertukaran pelajar. Saya ikut tes tahun 2004 namun berangkat 2005 karena yg diberangkatkan thn 2004 adalah peringkat pertama kandidat perempuan. Sedangkan peringkat pertama laki-laki diberangkatkan setahun berikutnya

Follower : Misi nya dari pertukaran pelajar ini sebenarnya apa? Dan kemampuan dasar apa saja yang harus dimiliki sebagai calon pendaftar Makasih atas jawabannya

Ama Tary : Sesuai dengan tema pertukaran pemuda kali ini “berani: berbagi dalam sinergi”..diharapkan pertukaran pemuda ini tidak hanya bermanfaat bagi peserta dan counterparts saja, namun juga bagi provinsi Jatim, Indonesia dan juga kelangsungan program setelah kandidat selesai dengan programnya

Baik, karena mungkin setiap tahun sedikit ada perbedaan dalam seleksi, kak Ama Tary bisakah sedikit bercerita tentang persyaratan yang mungkin sulit untuk dipenuhi pada waktu itu dan tahapan seleksinya ? boleh diberikan tips agar dapat lolos seleksi

Ama Tary : Saya rasa sulit atau tidak sulit itu relatif ya. Apapun itu persyaratannya bila dipersiapkan dengan matang, tepat dan terukur..saya yakin kita semua bisa mengeliminasi keraguan itu. Kandidat harus menanamkan dalam dirinya bahwa seleksi dalam bentuk tertulis, wawancara, diskusi maupun cultural performance bukanlah untuk menunjukkan seberapa mampu kita meresponnya tapi justru ini adalah bentuk tantangan kita untuk menunjukkan seberapa jauh kita peduli terhadap Jatim dan Indonesia dalam percaturan internasional.

 Follower : Selama di lokasi program, Australia, apa saja kegiatan yg Mas lakukan? Negara bagian mana saja yg dikunjungi? Dan, apa ada semacam laporan pertanggungjawaban sesudah pelaksanaan program yg dibuat untuk Pcmi Jatim atau dinas prov. jatim?

Ama Tary  : program ada dua fase: Indonesia dan Australia. Di Australia, peserta akan menjalani program orang tua angkat, pertunjukan kebudayaan, dan kunjungan kehormatan kepada pemerintahan setempat. Di Indonesia, peserta dari Indonesia dan Australia akan menjalani program community development, orang tua angkat, pertunjukan kebudayaan, dan juga kunjungan kehormatan kepada pemerintah setempat. Bentuknya akan bervariasi dan fleksibel setiap tahunnya. Pertanggungjawaban selalu ada. Semangat ya dan semoga sukses mengikuti seleksinya!

Boleh sedikit cerita kak Ama Tary bagaimana rasanya hidup di luar negeri jauh dari keluarga? Mungkini ada beberapa tantangan yang dihadapi, bagaimana cara kakak mengatasinya?

Ama Tary : Wajar bila “homesick” muncul di tengah-tengah program, apalagi ketika kita berada di Australia. Namun percayalah, dengan teman program yang hebat-hebat dari provinsi lain (maupun yg berasal dari Australia), orang tua angkat yang menjadi bagian dari kehidupan kita selama beberapa bulan, dan dengan jiwa merah putih yang ada di hati kita-karena kebanggaan sebagai duta muda bangsa- semua rasa “kangen” itu menjadi tidak terasa. Selalu ingat bahwa tugas mulia ini hanya sekali dalam seumur hidup kita, jadi jangan sia-siakan kesempatan ini dengan hal-hal yg tidak terlalu penting. Kebetulan, saya diberikan kesempatan sebelumnya oleh Tuhan menjadi duta pelajar SMA di Amerika sebelumnya selama setahun..jadi rasa kangen dlm bbrp bulan tidak terasa. Semangat ya dan sukses!

Follower : Berapa lama durasi di australia dan di indonesia ?

Ama Tary : durasi di Indonesia dan Australia masing2 2 bulan. Sukses dan siapkan dirimu sedini mungkin!

Follower: Mengapa mas Ama Tary memilih program Australia dibanding dengan program lainnya?

Ama Tary : alasannya simple, karena saya menyukai tantangan. Ketika itu hubungan Indonesia dan Australia penuh dinamika setelah kasus bom Bali. Dan saya berangkatpun setelah peristiwa peledakan kedutaan Australia di Jakarta. Itulah tugas mulia kita sebagai jembatan perekat kembali. Hidup haruslah menjadi penyambung kerukunan. Menjadi duta pemuda yang membawa perdamaian, people to people diplomacy. Selain itu di program ini kita akan menjalankan internship di institusi atau lembaga yang sesuai dengan background studi kita di perkuliahan. Sekarang saya dipercaya bertugas di kedutaan Australia di Jakarta dan sempat bertugas di Komisi Tinggi Australia di Singapura. Sukses ya!

setiap orang dilahirkan dengan talenta dan kelebihannya masing2. Dan itulah tujuan hidup, mengembangkan apa yg sudah diberikan Tuhan untuk tujuan kebaikan bagi sesama dan dunia ini. Saya yakin kamu pasti lebih bisa dari saya nantinya. Semoga menjadi duta Jatim berikutnya ya..tetaplah rendah hati!

Saat kembali ke Indonesia, berkumpul dengan saudara dan sahabat tercinta, apa yang kakak rasakan? Adakah perubahan signifikan dalam diri kakak yang kakak rasakan?

Ama Tary : Pasti! Kita akan merasakan lebih menghargai perbedaan, lebih menghargai orang lain, lebih dewasa dan bijak serta menjadi pribadi yang lebih punya keberanian untuk maju dan keluar dari zona nyamannya. Orang akan expect kita lebih dari sebelumnya. Kedengarannya menjadi menakutkan, tapi justru itu yang membuat kita punya nilai lebih bahwa setidaknya ada sebagian dari diri kita yang menjadi panutan baik di lingkungan keluarga, kampus, maupun di tempat kita tinggal. Dan bagi saya pribadi saya lebih mengenal dan menghargai budaya Jatim dan negeri ini tentunya

Mellissa : Awalnya saya tahu program ini dari teman dan facebook. Kemudian saya mencoba ikut seleksi… Program ini luar biasa, once in a lifetime experience… Yang pasti untuk mengikuti tiap seleksi selain diperlukan persiapan, doa dan juga jadi diri sendiri.. Di program ini akan banyak belajar dan sangat memberikan manfaat di kemudian hari.. Selain itu, bagaimana kita mampu bermanfaat bagi sesama…

Ama Tary : Yang pasti membantu program PPAN ini. Selain itu, saya juga turut berkontribusi menciptakan suasana positif dan kondusif hubungan Indonesia-Australia pada saat itu sesuai dengan kemampuan dan daya jangkau saya.

Mellissa :i Benar yang dibilang oleh mas Ama Tary ketika kita berani untuk keluar dari zona nyaman kita akan memperoleh nilai tambah untuk diri kita… Selain itu, disitulah kita mungkin bisa menemukan jati diri kita dan menjadi lebih baik.. Melatih kepekaan terhadap lingkungan sekitar dan hal positif lainnya….

Ama Tary : Sama2, yang pasti program ini akan mengubah hidup kita untuk menjadi pribadi yang unggul dan lebih visioner

Mellissa : Yang paling penting adalah bagaimana kita mampu memberikan manfaat kepada sekitar kita dimanapun kita berada…. Bisa saling inspirasi dan saling memberi…

Apa harapan kak Ama Tary dan kak Mellissa Ulfa Rachma Andayani untuk generasi muda berikutnya yang akan menjadi duta Indonesia ?

Mellissa : Sekarang saya senang memberikan pengarahan dan pelatihan bisnis kepada masyarakat sekitar terutama sektor mikro dan menengah… karena menurut saya untuk memajukan bangsa ini bukan dengan memberi sekedar materi namun juga ilmu keterampilan sehingga mampu menjadi umpan dan bekal bagi saudara kita yang belum mampu untuk berusaha lebih baik dan produktif…dan yang sudah mapan bisa membantu yang belum mapan dengan mengembangkan usahanya. sehingga dapat tumbuh bersama ke arah yang lebih baik..

Ama Tary:  Jadilah pemuda Jatim dan duta muda Indonesia yang berdaya saing, memiliki integritas, kepedulian dan penghormatan akan perbedaan. Banyak di negeri ini pemuda dan generasi penerus yang memiliki prestasi tak terhingga, namun tak semua memiliki kesempatan menjadi duta bangsa. Raihlah kesempatan ini dengan budaya kompetisi yang jujur, sehat dan berwawasan kedepan. Karena hanya dengan awal yang baik dan kejujuran, yang akan menghasilkan duta bangsa yang kompetitif dan unggul di tingkat international tanpa melupakan budaya bangsanya. Sukses semuanya dan teruslah berprestasi!

Mellissa: Untuk menjadi generasi muda berikutnya kita harus berani keluar dari zona nyaman, lebih peka terhadap sekitar, mau dan mampu berbagi dimanapun berada. Selain itu tetap junjung tinggi rasa hormat kepada orangtua dan orang lain… tentunya lebih kontributif untuk lingkungan sekitar dan negara ini. Sekecil apapun kontribusinya pasti bermanfaat.. dan tidak berhenti berkarya….

Ama Tary : semoga bermanfaat dan makin banyak prestasi yang ditorehkan oleh duta2 muda Jatim di tingkat internasional.  Satu lagi tambahan, budayakan hidup sehat dan jauhi rokok dan narkoba ya! Itulah bukti pemuda yang unggul

Mellissa :  Semoga semakin sukses putra putri Jatim…

Wah, sangat inspiratif sekali cerita dari kak Ama Tary dan Kak Mellissa Ulfa Rachma Andayani alumni AIYEP malam ini. semoga dapat memberikan motivasi untuk seluruh Pemuda BERANI Jawa Timur. Terimakasih banyak kakak-kakak untuk waktunya dan ceritanya malam ini.

edwin

 

Online sharing session yang kedua dilaksanakan pada tanggal 23 Februari 2015 pukul 19.00 – 21.00 WIB. Narasumber sesi kali ini adalah Natanael Edwin, alumni Program Kapal Pemuda Asia Tenggara dan Jepang tahun 2014. Program tersebut lebih terkenal dengan sebutan SSEAYP, The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program. Yuk disimak diskusinya dibawah ini.

Selamat Malam Kak Natanael Edwin, terima kasih sebelumnya telah meluangkan waktu untuk Online sharing session kali ini. Silahkan KakNatanael Edwin memperkenalkan diri, sekaligus sedikit menceritakan motivasi terbesar ketika kakak dulu mendaftar PPAN ini.

Selamat malam, Saya Natanael Edwin Supranoto, perwakilan Jawa Timur dan Indonesia untuk program the Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2014. Motivasi terbesar saya ketika mendaftar PPAN adalah berusaha membanggakan orang tua saya

target saya ketika mendaftar kala itu hanyalah mendapat pengalaman seleksi dan dapat berkenalan dengan pemuda – pemuda lain di Jawa Timur. Terpilih menjadi delegasi Jatim dan Indonesia sungguh merupakan anugerah Tuhan yang tidak pernah saya sangka sebelumnya.

Kak Natanael Edwin, dulu sebelum mendaftar, darimana kakak tau informasi mengenai PPAN? boleh diceritakan Kak.

Saya mendapat informasi mengenai PPAN dari teman sayaDewa Ayu Putu yang akhirnya juga terpilih untuk program Pertukaran Pemuda Indonesia – Korea

Ketika kak Natanael Edwin dulu melengkapi berkas untuk mendaftar, bagian mana yang paling sulit menurut kakak? ada tips untuk teman teman yang sedang mempersiapkan berkasnya sekarang?

bagi saya yang paling sulit adalah surat rekomendasi. Bagian ini membutuhkan waktu dan berhubungan dengan pihak lain, jadi sebaiknya didahulukan pemenuhannya

sebagai tips, pastikan semua berkas dan persyaratan sudah dilengkapi dengan baik sebelum dikumpulkan. Berikan seluruh daya upaya maksimal teman – teman dalam melengkapi berkas, dan yang terpenting selalu berdoa, memohon bimbingan dari sang pencipta

Bisa sedikit diceritakan Kak tentang The 41st Ship for Shoutheast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP)? Program yang Kak Natanael Edwin jalani tahun lalu

program sseayp adalah tentang friendship and mutual understanding. Program ini diikuti oleh pemuda – pemuda terbaik dari 10 negara Asia Tenggara dan Jepang. secara umum aktivitas di dalamnya terdiri dari on board activities dan country program. On board activities dilaksanakan di atas kapal Nippon Maru milik Jepang. Country program di tahun 2014 kemarin dilaksanakan di Jepang, Brunei Darussalam, Kamboja, Myanmar, dan Indonesia (surabaya). Dihitung sejak pembekalan di jakarta, durasi program ini kurang lebih 3 bulan.

Ketika dinyatakan lolos seleksi sebagai wakil Jatim untuk Program SSEAYP, apa saja yang Kak Natanael Edwin lakukan untuk mempersiapkan diri sebelum berangkat program?

setelah dinyatakan lolos, saya mendapat bimbingan dan pelatihan dari para alumni program sseayp yang ada di Jawa Timur. Dengan arahan PCMI jatim dan dispora Jatim, saya berupaya memperdalam pengetahuan tentang Jawa Timur dan Indonesia.

Kak Natanael Edwin, Bagaimana rasanya selama 2 bulan menjalani program dan jauh dari keluarga dan orang terdekat?

menjalani kehidupan di laut lepas tanpa koneksi internet bersama ratusan pemuda dari berbagai negara sungguh merupakan pengalaman yg tidak terlupakan buat saya. Tentu ada masa – masa kangen rumah dan keluarga. Namun bagi saya itu adalah harga yang harus dibayar untuk sebuah perjalanan yang mengubah hidup.

Lalu saat Kak Natanael Edwin kembali ke Indonesia, apa yang kakak rasakan? adakah perubahan yang sangat besar dalam diri kakak sepulang dari program?

banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan dalam proses interaksi dengan teman – teman dari negara lain seperti belajar disiplin dan menghargai waktu. Namun yang terpenting, dengan mengikuti program ini, saya berkesempatan melihat Indonesia dari luar. Pengalaman ini menghadirkan sebuah perspektif baru dalam memandang bangsa ini, dan membuat saya lebih dewasa dalam menentukan sikap.

Kak Natanael Edwin boleh bagi kiat kiat khusus menjalani karantina region Jatim dan Nasional serta karakter seperti apakah yang dipastikan bisa bergabung dengan SSEAYP for the next generation? 

tips dari saya adalah menjadi diri sendiri, dan beranilah menembus batas  berikan yang maksimal, serahkan hasilnya pada Tuhan

Setiap orang memliki karakter berbeda dan memiliki peluang yang sama untuk bergabung di program ini. Bagi saya seleksi PPAN bukan tentang “menjadi” yang terbaik, tetapi bgmn kita “memberi” yang terbaik

kak Natanael Edwin, selain berkas dan skill, apa saja yg perlu kita persiapkan?

bagi saya, yang terpenting adalah mempersiapkan “keberanian” untuk memberikan yang terbaik dalam setiap tantangan yang ada dalam proses seleksi ini

Apa harapan Kak Natanael Edwin untuk para pemuda di Indonesia?
sekaligus memberikan memberikan kata penutup untuk online sharing session kali ini

Pengalaman yang saya dapatkan dalam program ini membuka mata saya bahwa sungguh bangsa ini adalah bangsa yang besar, bahkan sangat besar. Tidak ada sedikit pun alasan untuk tidak bangga pada Indonesia. Ijinkan saya mengajak pemuda Indonesia untuk selalu yakin, percaya diri, dan selalu berani menembus batas.

Ayo pemuda Jawa Timur! beranilah melangkah! daftarkan dirimu dalam seleksi PPAN Jatim 2015!
bergabunglah dalam sebuah perjalanan membangun negeri

 

Baik. Dengan ini kita akhiri Online sharing session yang kedua malam hari ini. Terimakasih banyak atas waktu yang Kak Natanael Edwinluangkan dalam Online Sharing Session ini. Semoga informasi dan tips yang kakak beri dapat bermanfaat bagi para calon pendaftar.
Sukses selalu Kak Edwin. Sukses buat kita semua.

Salam #PemudaBerani
#BerbagiDalamSinergi

putu

Online Sharing Session bertujuan untuk sharing tentang pengalaman dari para alumni program PPAN selama melaksanakan program. Online sharing session kali ini akan diisi oleh alumni Program Pertukaran Pemuda Indonesia Korea tahun 2014, Dewa Ayu Putu. Berikut rangkumannya.

Selamat Malam Kak Dewa Ayu Putu,
sebagai pembuka Online Sharing Session edisi pertama kali ini, Kak Putu sedikit bercerita bagaimana proses awal hingga akhir beliau hingga mendapatkan kesempatan untuk menjadi delegasi Indonesia untuk program pertukaran Korea Selatan.

Silahkan disimak dan berikan pertanyaanmu kepada Putu dalam thread ini ya..
‪#‎PemudaBERANI ‪#‎PPAN ‪#‎PCMIJATIM

Selamat malam teman2 semua, perkenalkan nama saya Dewa Ayu Putu, alumni pogram PPIKor (Program Pertukaran Indonesia-Korea) yg berangkat tahun 2014 kemarin

waktu itu saya tahu program ini dari teman saya. setelah coba searching dan bertanya pada alumni lain, ternyata PPAN ini sangat menarik, bisa menjadi duta bangsa, bisa bangun network juga, jadi akhirnya saya memutuskan untuk mendftar

waktu itu saya mengajak Natanael Edwin yg akhirnya ikut berangkat untuk program SSEAYP juga

Boleh tau alasan kakak memilih program ke korea?

saya sempat belajar mengenai korea di kampus, dan saya sangat tertarik dgn negara tsb, bukan hanya terbatas pada k-pop dan semacamnya, tapi lebih luas tentang gimana negara tsb bisa maju banget di asia

selain itu kebetulan jg karena kuota program Korea tahun kemarin untuk Jawa Timur adalah untuk perempuan

Menurut kakak Dewa Ayu Putu, persyaratan yang mana yang sulit untuk dipenuhi? Ada tips untuk teman-teman yang sedang mempersiapkan berkasnya sekarang?

untuk tahap pertama, seleksi berkas, sebenarnya sulit atau tidak relatif buat tiap orang, tapi memang ada beberapa persyaratan berkas yg takes time, yg berarti butuh waktu mempersiapkan. misal surat rekom itu kalo bisa diurus sedini mungkin, karena mungkin perekom butuh waktu untuk mengerjakan, apalagi jika minta rekomendasi ke instansi tertentu

assignment pun jg lumayan sulit menurut saya dan memakan waktu, cobalah berpikir out of the box untuk menjawab assignment, namun tetap menjadi diri sendiri. Dan yang paling penting adalah: Baca Instruksi dengan baik, segala instruksi, baik di surat rekomendasi, assignment, portoflio, application form maupun yg lainnya. Missed sedikit tentu akan berpengaruh.

Pada tahun lalu, ada berapa tahapan dalam seleksi yang kakak ikuti? Dewa Ayu Putu

tahun lalu, ada seleksi berkas, seleksi uji tulis, seleksi wawancra+FGD, lalu dilanjutkan karantina

semangat buat teman2 yg mau mendaftar jangan pernah takut dengan segala persyaratan yg ada, masih ada cukup waktu untuk mempersiapkan

Kak Dewa Ayu Putu, untuk tahap tahap seleksi yang telah kakak sebutkan, bisakah kakak berbagi pengalaman dan tips menghadapi setiap tahapan?

untuk tahap berkas: baca instruksi atau panduan dgn baik, jgn sampai melewati deadline atau ada berkas yg tidak terisi atau terkumpulkan. tunjukkan di berkas tersebut hasil maksimal yg telah dilakukan, dan jangan sampai salah mengartikan perintah yg ada dalam tugas2 berkas, ada kalanya tidak teliti atau salah mengartikan membuat kita salah mengerjakan berkasnya

untuk tahap uji tulis: buka wawasan seluas-luasnya, bisa jg coba tanya pendaftar tahun lalu bayangan soalnya seperti apa, hati2 dengan management waktu, jawab sebisanya dan jangan lupa berdoa

untuk wawancara: jaga attitude selayaknya sedang proses wawancara, jawab pertanyaan interviewer dengan jujur, berikan jawaban terbaikmu, dan turuti request2 yg ditanyakan oleh interviewer, maksimalkan waktu interview yg singkat tersebut, berikan impression yg baik pada interviewer

kalo untuk FGD: meskipun akan dinilai secara individu, namun bekerja samalah dengan tim, berikan space dan ruang bicara yg sama bagi teman2 yg lain, berusahalah memberikan pendapat namun tetap menghargai pendapat teman lain, dan tentunya jawablah perintah dalam FGD tsb dengan tepat

kalo untuk karantina, harus SEMANGAT! karena akan tugas2 yg cukup kontinu, menguras waktu dan tenaga, mungkin emosi akan naik turun, management itu semua adalah penting. membangun hubungan yg baik dgn teman2 lainnya, tetap percaya diri, tunjukkan usaha maksimal kalian karena itu adalah round terakhir, lewati limit yg ada

Kak Dewa Ayu Putu, Bisakah kakak berikan gambaran umum program yang kakak ikuti? mulai dari profil program, tujuan dan durasi program, sampai kegiatan apa saja yang dilakukan selama menjalani program.

jadi PPIKor merupakan program pertukaran yg difasilitasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dengan Ministry of Gender Equality and Family Republic of Korea (Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga Republik Korea). Program ini lebih banyak berfokus pada cultural understanding. untuk tahun kemarin, program dilaksanakan awal november, durasi 20 hari (10 hari fase di Korea dan 10 hari fase di Indonesia, taun kemarin di Kuningan Jawa Barat)

kegiatannya beragam, mulai dari courtesy call, cultural performance di beberapa sekolah di sana, dan beberapa kunjungan ke tempat2 pemerintahan serta beberapa landmarks di sana

serta ada masa dimana kita akan tinggal bersama dgn host family, jd kita juga bisa merasakan hidup seperti masyarakat di sana, dan tinggal dengan masyarakat di sana

untuk yg fase Indonesia kegiatannya hampir saja, namun kontingen Indonesia akan menghabiskan banyak waktu dengan delegasi dari Korea, saat di Indonesia kita jg tinggal dengan host family bersama dengan delegasi dr Korea

Ketika Kak Dewa Ayu Putu dinyatakan terpilih sebagai peserta Program Pertukaran Pemuda Indonesia Korea 2014, apa saja yang kakak persiapkan untuk menjalani program tersebut?

lebih belajar tentang Indonesia, dari segi budaya sendiri saya mempersiapkan tarian ketika nanti diminta untuk ditampilkan di sana. (namun itu tidak saklek harus tari, ada teman2 saya yg lain yg menyiapkan bentuk2 budaya lainnya). dari kontingen Indonesia sendiri, kita juga akan mempersiapkan berbagai hal, baik untuk cultural performance, materi untuk presentasi di sana, dan yg lainnya, seluruh delegasi Indonesia dari masing2 provinsi akan dikumpulkan dalam satu forum untuk mendiskusikan hal tersebut. Kakak-kakak PCMI Jatim sendiri juga sangat membantu dan memfasilitasi proses pembekalan sebelum saya berangkat PDT di Jakarta

untuk culture performance kak dewa menampilkan apa?

untuk program Korea, cultural performance yg ditampilkan di sana adalah cultural performance kontingen, materi performance nya diputuskan sendiri oleh teman2 delegasi Indonesia, untuk tahun kemarin kami menampilkan tari likok pulo, rentak bulian, zapin muda-mudi, tari kecak, serta angklung. Hal tersebut kembali pada kontingen

Selama Kak Dewa Ayu Putu menjalani program, adakah masalah atau kendala yang mneghambat jalannya program? lalu bagaimana kakak dan teman teman kontingen Indonesia lain 

masalah tentu ada, tahun kemarin, jumlah delegasi Indonesia untuk program Korea adalah 34, menyatukan pendapat 34 orang tidaklah mudah. Oleh sebab itu akan ada YL (youth leader) serta koordinator untuk masing2 bidang, mendengarkan arahan YL dan koordinator sangat penting, serta tidak memaksakan pendapat sendiri. Ketika sudah menjadi kontingen, kita harus bekerja bersama-sama, dan jangan sampai membuat masalah, karena efeknya bukan akan diterima individu saja, namun akan ditanggung kontingen

Saat kembali ke Indonesia, apa yang kakak rasakan ketika berkumpul dengan saudara dan sahabat tercinta,? Adakah perubahan signifikan dalam diri kakak yang kakak rasakan?

ada beberapa teman delegasi saya yg langsung “program sick”, bukan hanya terhadap programnya, namun juga pada teman2 program. saya sendiri merasa senang bisa bertemu dengan keluarga dan teman2 di sini, namun memang akan kangen jg sama teman2 kontingen, karena udah sebulan menghabiskan waktu bersama

setelah program saya merasa saya harus bisa jadi orang yg berguna, bukan hanya untuk kluarga namun jg untuk komunitas. tidak harus langsung mewujudkan rencana2 yg terlalu besar, kembali ke komunitas kita yg biasanya, kembali membantu dan semakin involved bisa menjadi salah satu langkah kecil kita untuk melakukan perubahan. selain itu setelah program saya juga diterima oleh keluarga besar PCMI, bersama-sama membantu menjalankan seleksi bersama Dispora, membuka kesempatan bagi teman2 yg lain untuk mendapatkan kesempatan yg sama seperti sy dan alumni2 lainnya

Pertanyaan terakhir Kak Dewa Ayu Putu, apa harapan kakak untuk generasi muda Indonesia?

semoga para pemuda Indonesia, semakin BERANI membuat perubahan, jgn ragu pada kemampuan diri sendiri, dream big, ketika ada niat harus ada usaha, percayalah bahwa a small step can change your life.
Program ini tidak berakhir ketika kita pulang, program itu baru saja dimulai ketika kita pulang, bagaimana kita bisa menebarkan manfaat dari ilmu yg kita dapat selama program bagi orang lain

Kata kata yang sungguh memotivasi dan sekaligus menjadi penutup online sharing session kali ini.
Semoga kita bisa menjadi pemuda pemuda yang berkontribusi aktif dalam perubahan Indonesia yang lebih baik.

Terimakasih banyak atas waktu yang kakak luangkan dalam Online Sharing Session ini Kak Dewa Ayu Putu. Semoga informasi dan tips yang kakak berikan dapat bermanfaat bagi kita semua. Sukses selalu Kak Dewa Ayu Putu. Sukses untuk Kita semua.

Salam #PemudaBERANI #BerbagiDalamSinergi