Online sharing session yang kedua dilaksanakan pada tanggal 23 Februari 2015 pukul 19.00 – 21.00 WIB. Narasumber sesi kali ini adalah Natanael Edwin, alumni Program Kapal Pemuda Asia Tenggara dan Jepang tahun 2014. Program tersebut lebih terkenal dengan sebutan SSEAYP, The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program. Yuk disimak diskusinya dibawah ini.
Selamat Malam Kak Natanael Edwin, terima kasih sebelumnya telah meluangkan waktu untuk Online sharing session kali ini. Silahkan KakNatanael Edwin memperkenalkan diri, sekaligus sedikit menceritakan motivasi terbesar ketika kakak dulu mendaftar PPAN ini.
Selamat malam, Saya Natanael Edwin Supranoto, perwakilan Jawa Timur dan Indonesia untuk program the Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2014. Motivasi terbesar saya ketika mendaftar PPAN adalah berusaha membanggakan orang tua saya
target saya ketika mendaftar kala itu hanyalah mendapat pengalaman seleksi dan dapat berkenalan dengan pemuda – pemuda lain di Jawa Timur. Terpilih menjadi delegasi Jatim dan Indonesia sungguh merupakan anugerah Tuhan yang tidak pernah saya sangka sebelumnya.
Kak Natanael Edwin, dulu sebelum mendaftar, darimana kakak tau informasi mengenai PPAN? boleh diceritakan Kak.
Saya mendapat informasi mengenai PPAN dari teman sayaDewa Ayu Putu yang akhirnya juga terpilih untuk program Pertukaran Pemuda Indonesia – Korea
Ketika kak Natanael Edwin dulu melengkapi berkas untuk mendaftar, bagian mana yang paling sulit menurut kakak? ada tips untuk teman teman yang sedang mempersiapkan berkasnya sekarang?
bagi saya yang paling sulit adalah surat rekomendasi. Bagian ini membutuhkan waktu dan berhubungan dengan pihak lain, jadi sebaiknya didahulukan pemenuhannya
sebagai tips, pastikan semua berkas dan persyaratan sudah dilengkapi dengan baik sebelum dikumpulkan. Berikan seluruh daya upaya maksimal teman – teman dalam melengkapi berkas, dan yang terpenting selalu berdoa, memohon bimbingan dari sang pencipta
Bisa sedikit diceritakan Kak tentang The 41st Ship for Shoutheast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP)? Program yang Kak Natanael Edwin jalani tahun lalu
program sseayp adalah tentang friendship and mutual understanding. Program ini diikuti oleh pemuda – pemuda terbaik dari 10 negara Asia Tenggara dan Jepang. secara umum aktivitas di dalamnya terdiri dari on board activities dan country program. On board activities dilaksanakan di atas kapal Nippon Maru milik Jepang. Country program di tahun 2014 kemarin dilaksanakan di Jepang, Brunei Darussalam, Kamboja, Myanmar, dan Indonesia (surabaya). Dihitung sejak pembekalan di jakarta, durasi program ini kurang lebih 3 bulan.
Ketika dinyatakan lolos seleksi sebagai wakil Jatim untuk Program SSEAYP, apa saja yang Kak Natanael Edwin lakukan untuk mempersiapkan diri sebelum berangkat program?
setelah dinyatakan lolos, saya mendapat bimbingan dan pelatihan dari para alumni program sseayp yang ada di Jawa Timur. Dengan arahan PCMI jatim dan dispora Jatim, saya berupaya memperdalam pengetahuan tentang Jawa Timur dan Indonesia.
Kak Natanael Edwin, Bagaimana rasanya selama 2 bulan menjalani program dan jauh dari keluarga dan orang terdekat?
menjalani kehidupan di laut lepas tanpa koneksi internet bersama ratusan pemuda dari berbagai negara sungguh merupakan pengalaman yg tidak terlupakan buat saya. Tentu ada masa – masa kangen rumah dan keluarga. Namun bagi saya itu adalah harga yang harus dibayar untuk sebuah perjalanan yang mengubah hidup.
Lalu saat Kak Natanael Edwin kembali ke Indonesia, apa yang kakak rasakan? adakah perubahan yang sangat besar dalam diri kakak sepulang dari program?
banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan dalam proses interaksi dengan teman – teman dari negara lain seperti belajar disiplin dan menghargai waktu. Namun yang terpenting, dengan mengikuti program ini, saya berkesempatan melihat Indonesia dari luar. Pengalaman ini menghadirkan sebuah perspektif baru dalam memandang bangsa ini, dan membuat saya lebih dewasa dalam menentukan sikap.
Kak Natanael Edwin boleh bagi kiat kiat khusus menjalani karantina region Jatim dan Nasional serta karakter seperti apakah yang dipastikan bisa bergabung dengan SSEAYP for the next generation?
tips dari saya adalah menjadi diri sendiri, dan beranilah menembus batas berikan yang maksimal, serahkan hasilnya pada Tuhan
Setiap orang memliki karakter berbeda dan memiliki peluang yang sama untuk bergabung di program ini. Bagi saya seleksi PPAN bukan tentang “menjadi” yang terbaik, tetapi bgmn kita “memberi” yang terbaik
kak Natanael Edwin, selain berkas dan skill, apa saja yg perlu kita persiapkan?
bagi saya, yang terpenting adalah mempersiapkan “keberanian” untuk memberikan yang terbaik dalam setiap tantangan yang ada dalam proses seleksi ini
Apa harapan Kak Natanael Edwin untuk para pemuda di Indonesia?
sekaligus memberikan memberikan kata penutup untuk online sharing session kali ini
Pengalaman yang saya dapatkan dalam program ini membuka mata saya bahwa sungguh bangsa ini adalah bangsa yang besar, bahkan sangat besar. Tidak ada sedikit pun alasan untuk tidak bangga pada Indonesia. Ijinkan saya mengajak pemuda Indonesia untuk selalu yakin, percaya diri, dan selalu berani menembus batas.
Ayo pemuda Jawa Timur! beranilah melangkah! daftarkan dirimu dalam seleksi PPAN Jatim 2015!
bergabunglah dalam sebuah perjalanan membangun negeri
Baik. Dengan ini kita akhiri Online sharing session yang kedua malam hari ini. Terimakasih banyak atas waktu yang Kak Natanael Edwinluangkan dalam Online Sharing Session ini. Semoga informasi dan tips yang kakak beri dapat bermanfaat bagi para calon pendaftar.
Sukses selalu Kak Edwin. Sukses buat kita semua.


